What A Beautiful Things 

What A Beautiful Things

Berjalan dalam sebuah lorong gelap. tanpa suatu cahayapun. merapa tepian dinding dalam kegelapan berharap bahwa dinding tersebut mampu membawanya pada sebuah cahaya. Dalam jalan yang basah dan kotor, dalam udara yang lembab dan pengap, dalam keraguan dan kebimbangan. serta ketakutan. bertanya-tanya apakah benar cahaya itu ada. hanya mampu mengandalkan sesuatu yang bahkan tidak diketahuinya. disadarinya juga bahwa bahaya sedang berada didekatnya. kegalauan.
Namun saat itulah penantian sabar yang lama dan berat berakhir. dilihatnya sebuah cahaya. cahaya yang memberikan nafasnya kembali. yang membuat matanya menyimpit kecil membiaskan terangnya sinar. dan tangannya yang diangkat untuk menghalangi terang itu langsung menerangi matanya.
Pemandangan apakah yang dilihatnya kemudian. Apakah terang itu adalah sesuatu yang indah baginya. apakah terang itu adalah sesuatu yang selama ini ada dalam benaknya. apakah terang itu lah yang menjadi impiannya saat hanya kegelapan yang ada. ya itu semua benar
Namun, disadarinya kemudian, bahwa semua berakhir. terang itu akan membunuhnya, menghancurkannya, mematikannya. apa yang telah menjadi cita, akan mengahiri segalanya.
Semua berahir. dia telah mati. dia telah terbunuh. namun terlihat dalam rona wajah kemerahannya. bahwa dia bahagia. senyum kecil dan mata yang terpejam, seolah-olah berkata, aku bahagia. aku telah melawati apa yang menjadi ketakutanku, dan aku telah berhasil mendapatkan citaku. aku bisa merasakan cahaya indah dan kehangatan, kemudian kalau aku harus berahir karena ini, aku tidak akan pernah menyesal.

Return to Main Page

Comments

Add Comment




On This Site

  • About this site
  • Main Page
  • Most Recent Comments
  • Complete Article List
  • Sponsors

Search This Site


Syndicate this blog site

Powered by BlogEasy


Free Blog Hosting