|
Kita semua mengenal tokoh-tokoh hebat sepanjang sejarah. siapa yang gak kenal sama Albert Einstein, seorang jenius yang akan selalu dikenang berkat penemuannya yang kontroversial. Atomic bomb. Lalu, seperti apakah kehidupan dia untuk meraih jalan tersebut, well, you can read the bibiliograph of him. my friend, ever said. that there are 2 kinds of charakter that every single person always have. the first is The character that he/she would like to be. and the others is what her real character she have.
Sayapun menyadarinya. Kita selalu melihat karakter seseorang yang kita kagumi, kemudian kita selalu berusaha menjadi atau paling tidak memiliki karakternya. Kita melihat diri, dan kekurangan. kita melihatbahwa kekurangan yang ada adalah sebuah kelemahan. dan ingin menghilangkannya. kekurangan disini bukan kekurangan dalam arti fisik.
Karakter dimiliki seseorang, terbentuk karena pengaruh lingkungannya, sebagian besar.
to be continued....
Belajar dari kehidupanku yang terdahulu. aku selalu ingin mengatakan dan menegaskannya dalam hati bahwa aku tidak akan menyesalinya.
Kisah suram dan lembar hitam bercampur tinta putih yang tertorehkan adalah bagian dari masa laluku. Aku tidak terlalu ingat. karena sudah sangat lama kisah hidupku ini. Saat aku masih SD, orang tuaku adalah seorang wiraswastawan. membuka usaha yang cukup mapan di bidan konstruksi besi dan perbengkelan. aku tahu. dan aku tidak pernah mensyukurinya. mungkin karena usiaku yang masih kecil. Selalu mendapatkan keinginanku terpenuhi. bukan berarti aku anak yang manja. bukan berarti pula aku anak yang merasa kaya dan berkuasa. tidak. aku adalah orang yang rendah diri dan bukan rendah hati. aku tahu bahwa aku meletakkan hatiku di puncak sebuah gunung yang tinggi, dan semua orang akan menganggap ku sebagai orang yang sempurna. Bodohnya. Tinggal dengan beberapa sepupu, hidupku memang sedikit berbeda. mudah dibohongi dan dipengaruhi. ketika aku termakan emosi, seringkali aku menyakiti seorang anak yang usianya lebih kecil dariku, dan dia adalah anak dari orang yang sehari-hari bekerja di tempat orang tuaku. entah mengapa tanpa perasaan bersalah. kadang kupukul, kucubit hingga merah, meski tidak menangis aku tahu bahwa dia kesakitan, namun sayang orang tuakupun tidak menegurku. kenapa. Hidup ini penuh drama. Orantuaku menyekolahkanku di sekolah yang boleh dibilang sekolah untuk kalangan menengah ke atas. aku menyadari bahwa aku bukanlah bagian dari yang atas. mungkin hanya menengah. usaha orang tuaku biasa-biasa saja meski kami memiliki mobil, motor, rumah, dan perabotan lengkap, serta santapan dari restoran fast food setiap minggu itu adalah hal yang biasa. Aku sering melihat teman-teman di sekolah ku yang memiliki kehidupan yang jauh lebih baik. Mercedez, kolam renang, jalan-jalan ke Bali, ke Australia dan sebagainya. kalangan borju. seringkali aku melihat ke atas. bahkan tak pernah melihat kebawah. aku selalu merasa rendah. menyedihkan, sebuah pola pikir kehidupan dan kecerdasan sosial yang rendah. Mendengar celetukku bahwa aku pernah tinggal di hotel bintang 3 di Tegal yang menurutku sangat mewah, teman-teman hanya tertawa, mengingat bahwa hotel di Bali jauh lebih indah. Kacau, merendahkan diriku, menjatuhkan diriku dalam sudut gelapku sendiri. teman.
Bicara soal teman, aku memilikinya, setidaknya aku menganggapnya begitu. Teman sepermainan. dekat dengan rumah, dan satu sekolah tentunya. seringkali bermain dengan khayalan seperti anak kecil kebanyakan. mengubur sebuah manik-manik keemasan di kebun belakang sekolah dan menganggapnya sebagai harta karun kita bersama, dan suatu saat akan kita gali. yah, hal kecil yang menyenangkan bila harus mengingatnya. Banyak hal lain yang kami lakukan bersama. bermain game, mengerjakan PR dan banyak lagi. Namun tak jarang aku mengecewakannya. aku lebih memilih meletakkan ego daripada meletakkan kebahagiaannya. memilih untuk menonton film kesayanganku dari pada membiarkannya bermain video game dirumahku, dia pun pergi bermain sendirian dihalaman rumah. dan aku tetap asyik sendiri. menyedihkannya aku. Namun itu semua adalah seperseribu daripada kekecewaan dan penyesalanku mengenai dirinya. adalah saat dia kehilangan Ibu nya yang sejak lama mengidap kanker. Saat itu memang aku dan sekolah sedang mengadakan acara perpisahan yang diadakan di Horison. kami bersenang-senang disini. sementara aku tidak tahu bahwa kawan ku saat itu kehilangan orang paling berharga dalam hidupnya. dan bahkan setelah aku mengetahuinya AKU TETAP TIDAK MENJENGUKNYA. atau hanya sekedar memberikan support moral, aku tidak tahu dengan teman-teman sekolah yang lain. Yang kutahu saat perpisahan kedua yang diadakan di Lembah hijau, dia ada. dalam duka tentunya, namun aku sepertinya TERLALU MENIKMATI perpisahan tersebut, dan tidak memikirkan perasaan temanku yang sedang berduka saat itu. dan itu adalah saat terakhir aku bertemu dengannya. aku tidak mengetahui kabarnya lagi. yang kutahu bahwa dia sekolah di SMP yang dekat dengan tempat tinggalnya. namun kenapa aku tidak pernah mengunjunginya walau hanya sebentar. bahkan sampai sekarang. apakah dia akan lupa. entahlah. yang jelas penyesalan saat itu selalu ada saat ini.
Seperti melupakan sesuatu yang penting, aku menjalani hidupku dalam keadaan yang lebih sulit, tapi kenapa aku selalu menganggap diriku hebat, kaya, dan sempurna. perusahaan orang tuaku gulung tikar tepat setahun sebelum krisi moneter terjadi. saat itu aku selalu menyalah kan bapak yang ku anggap tidak becus. aku tahu terkadang bapak sangat sensitif dan mudah emosi. aku saat itu selalu melawannya, menyalahkannya atas semua kegagalan dan penderitaan yang harus dirasakan seluruh keluargaku. Bodohnya. Aku tidak akan pernah dewasa. Aku tahu dan menyadarinya, bahwa terkadang aku melihat bapak bekerja tidak lebih keras daripada ibu. bapak adalah orang yang mudah dibujuk oleh orang lain, mudah ditipu, dan lain sebagainya. ibuku bekerja membangun perusahaan bersama bapak, namun pada ahirnya harus berahir karena kesalahan, sekarang aku tidak ingin siapa yang salah. tetapi dulu aku selalu menyalahkan bapak yang terlalu bodoh untuk kredit barang, meminjamkan hutang, bahkan tertipu oleh orang-orang yang memang biadap bermaksud menipu. blaming all the fail to him. Aku tahu, ini adalah penyesalanku, aku tidak bisa berbuat apa-apa saat itu, bapak terlalu keras kepala, ibu juga bukan berarti tidak salah, terkadang ibu berkata terlalu keras sehingga justru membuat emosi bukan meredamnya. Menyedihkan. namun semua itu telah terjadi. kami telah terpuruk sekarang.
Berjalan dalam sebuah lorong gelap. tanpa suatu cahayapun. merapa tepian dinding dalam kegelapan berharap bahwa dinding tersebut mampu membawanya pada sebuah cahaya. Dalam jalan yang basah dan kotor, dalam udara yang lembab dan pengap, dalam keraguan dan kebimbangan. serta ketakutan. bertanya-tanya apakah benar cahaya itu ada. hanya mampu mengandalkan sesuatu yang bahkan tidak diketahuinya. disadarinya juga bahwa bahaya sedang berada didekatnya. kegalauan.
Namun saat itulah penantian sabar yang lama dan berat berakhir. dilihatnya sebuah cahaya. cahaya yang memberikan nafasnya kembali. yang membuat matanya menyimpit kecil membiaskan terangnya sinar. dan tangannya yang diangkat untuk menghalangi terang itu langsung menerangi matanya.
Pemandangan apakah yang dilihatnya kemudian. Apakah terang itu adalah sesuatu yang indah baginya. apakah terang itu adalah sesuatu yang selama ini ada dalam benaknya. apakah terang itu lah yang menjadi impiannya saat hanya kegelapan yang ada. ya itu semua benar
Namun, disadarinya kemudian, bahwa semua berakhir. terang itu akan membunuhnya, menghancurkannya, mematikannya. apa yang telah menjadi cita, akan mengahiri segalanya.
Semua berahir. dia telah mati. dia telah terbunuh. namun terlihat dalam rona wajah kemerahannya. bahwa dia bahagia. senyum kecil dan mata yang terpejam, seolah-olah berkata, aku bahagia. aku telah melawati apa yang menjadi ketakutanku, dan aku telah berhasil mendapatkan citaku. aku bisa merasakan cahaya indah dan kehangatan, kemudian kalau aku harus berahir karena ini, aku tidak akan pernah menyesal.
Hidup itu indah. kalau tau cara nikmatinnya
Hidup itu susah. kalau setiap hari hanya mengeluh
Hidup itu gila. kalau melihat hal yang tidak biasa dari setiap kejadian
Hidup itu perjuangan. kalau menjalaninya untuk suatu tujuan
Hidup itu kebahagiaan. Kalau bisa selalu bersama dengan orang yang disayangi
Hidup itu Lucu. Kalau melihat hal yang sangat biasa dari setiap kejadian
Hidup itu Penderitaan. Kalau tidak bisa mendapatkan apa yang diinginkan
Hidup itu Sex. Kalau naluri yang menguasai pikiran
Hidup itu Cinta. Kalau memberi tanpa mengharapkan untuk kembali
Hidup itu Kebencian. Kalau hanya melihat noda hitam tanpa melihat putihnya
Hidup itu Hidup. Kalau menyadari arti kehidupan itu sesungguhnya
Apakah orang menyadari bahwa sesuatu yang dilihatnya, yang ada didepan matanya, segala sesuatu yang tampak sederhana merupakan sebuah kesatuan dari milyaran sistem yang sedang bekerja. Ambil contoh adalah seseorang yang sedang menikmati rokok sambil meminum secangkir kopi. Apa yang orang lihat namun tidak disadarinya. bahwa rokok itu sendiri adalah sebuah sistem. tembakau, terbakar, menghasilkan karbon, sementara bagian lain rokok yang menempel dimulut menghantarkan nikotin, tar dan karbon dioksidanya ke sang penghisap. abu karbon dari rokok bertebaran, panas api dan lain sebagainya. Dari sisi manusia yang menghisapnya, rokok dihisap, asap, nikotin, tar dan gas-gas lain masuk kedalah tubuhnya, bibir dan lidah merasakan sesuatu yang menurutnya adalah kenikmatan. zat-zat rokok masuk kedalam tubuh, mengalir dalam darah, mengubah sistem aliran darah sehingga jantung berdetak lebih kencang dan saraf di otak menyimpulkan sebuah kenikmatan lainnya dan lain sebagainya. Apakah kedua buah sistem ini saling mempengaruhi? tentu saja. Dan tentunya hal itu merupakan bagian kecil dari milyaran sistem yang lainnya, seperti jutaan sistem yang ada pada tubuh manusia, mulai dari sel, darah, otak, sistem udara di lingkungan sekitarnya, gas O2 yang membakar api, adalah suatu sistem yang masing masing bekerja dan saling mempengaruhi.
Menyadari hal ini, dalam teori relatifitas Einstein. terdapat 2 hal yang inti yang tidak bisa lepas dari sebuah objek. Ruang dan waktu. Dua hal yang berbeda. merupakan sebuah pasangan yang bila digambarkan merupakan sebuah grafik linier. setiap waktu memiliki ruangnya sendiri, dan setiap ruang memiliki waktunya sendiri. Sangat rumit bila harus mendefinisikan Kejadian pada setiap ruang pada waktu yang sama. Dan apakah Sistem yang terjadi pada kedua hal ini saling mempengaruhi. Suatu kali saya pernah menonton sebuah film. dimana dalam film itu dikisahkan ada beberapa ilmuwan jenius yang ingin meneliti keterkaitan antara kejadian yang terjadi di suatu tempat, mempengaruhi kejadian di tempat yang lain. Membantah teori chaos yang selama ini telah ada. Mereka ingin membuktikan bahwa kejadian kucing yang terjatuh di inggris memiliki kaitan dengan bom yang meledak di Irak. Dengan kata lain bahwa bom tidak akan meledak seandainya kucing itu tidak jatuh.
Apakah keterkaitan itu ada antara dua buah sistem yang terpisah secara ruang namun dalam elemen waktu yang sama? Tentu kita sering berpikir untuk sebuah objek pada suatu elemen ruang dan waktu tertentu dapat mempengaruhi elemen ruang dan waktu yang lain, Misalkan ruang itu adalah manusia. apa yang terjadi pada manusia saat ini tentu berpengaruh pada elemen waktu berikutnya. Sekarang manusia belajar, sepuluh tahun lagi dia akan memperoleh pekerjaan yang baik. atau sebaliknya. Seringkal kita mnyebut hal ini dengan takdir. dan setiap ruang dan waktu memiliki takdirnya masing-masing. Hanya saja kita semua tahu bahwa koordinat aksis waktu akan selalu bergerak kekanan, tidak akan pernah bergerak ke kiri.
Pretty sad. When Seeing people massacred. That's why, I'm asking to my self. Do they relize what the hell is they doing to them. the innocent people, child, grey old man. women. killed, graved into the ruin of their house. what do they expected. yeah hate the people who did it, just only make me feel that anger to revenge.
|
Search This Site
Syndicate this blog site
Powered by BlogEasy
Free Blog Hosting
|